07 9 / 2011

Di setiap pertengahan malam aku selalu terbangun dan aku menangis
Setiap malam selalu seperti itu
Ada banyak alasan kenapa seperti itu :)
Aku tertekan sekali, aku takut tidur, karena di setiap mimpiku selalu ada kamu

Aku harus bagaimana?
Ada hal yang tidak akan pernah bisa dilupakan yang bahkan kamu tidak percaya itu…
Seharusnya kamu tahu dan percaya…..

04 9 / 2011

kuntawiaji:

Ini terlalu manis untuk tidak direblog. Surat cinta Nayasari Aissa, kisah disamarkan. :P

nayasa:

Katanya tanda-tanda seseorang adalah jodoh kita, ditunjukkan dengan dua tanda yaitu, dimudahkan atau mendekatkan diri kita dengan Allah. Denganmu, aku mendapatkan tanda yang kedua ternyata. Tak mudah menyadari bahwa ternyata mencintaimu adalah sebuah ujian bagiku, ujian yang menyenangkan. Hingga detik ini, aku bersyukur aku menyadari bahwa aku mencintaimu, semoga karena Dia, Tuhan yang Maha Pengasih.

Tahu kah kamu, Tiap kali aku rindu padamu, aku tak berani untuk mengirimkan BBM, SMS, atau bahkan meneleponmu. Kupendam rindu ini diam-diam, tak seorang pun tahu. Hingga kusadari, lebih baik kutitipkan rindu ini melalui Dia dalam doaku, dan kusiram rindu ini dengan ayat-ayatnya, hingga padam dengan sendirinya.

Aku yang dulunya, menyentuh 114 surat-surat cinta-Nya, hanya seminggu sekali, atau bahkan sebulan sekali, atau mungkin juga kalau ingat saja, mejadi sering membaca firman-firmannya, karena ternyata hati menjadi lebih tentram. Karenamu, itu semua karena rindu yang tak terungkapkan padamu.

Tak berani pula kuungkapkan perasaanku ini padamu, dulu. Kusadari belum tentu kamulah yang akan menjadi sahabat baik seumur hidupku. Karena itu lebih baik, diam-diam kuselipkan namamu dalam tiap sujudku, berharap Dia membukakan jalan jika benar kamulah yang akan ada disampingku setiap  pagiku bangun, imam yang tepat bagiku, dan ayah yang baik bagi anak-anakku kelak.

Aku yang dulunya, tak sempat lagi duduk mengadahkan kedua tanganku padaNya, walau hanya beberapa menit, menjadi lebih banyak mengobrol padaNya. Juga karenamu, karena aku tak tahu harus mengungkapkan isi hati ini kepada siapa lagi, selain kepada penguasa dan pembolak-balik hati ini.

Ingatkah kamu waktu pertama kali kita bertemu, kau bilang aku sombong hingga setiap kita bertemu, aku hanya bisa berjalan tanpa memandangmu apalagi menyapamu. Tak tahu kah kamu, aku sungguh malu walau hanya menatapmu sejenak, apalagi sampai menyebut namamu, bisa pingsan kayaknya aku. Hee. Kamu masih ingat tidak? Kamu bilang butuh partner-in-crime untuk mengelilingi dunia, aku bilang cita-citaku pun sama, sehabis mengucapkan janji suci ini, aku tak sabar mewujudkan impian kita berdua, keliling dunia. Kamu ingat kita sering mengobrol sampai larut malam, membicarakan apa saja dari hal-hal tak penting seperti gosip kampus, hingga nasionalisme Bung Karno. Kita mengobrol di tempat yang berbeda walau sebenarnya kita memandang bintang dan bulan yang sama, mungkin itu yang membuat kita dekat. Sebentar lagi, kita akan, mungkin, mengobrol hal yang sama dari pagi sampai ke pagi lagi, bisa kamu bayangkan, haha, di tempat yang sama, bersebelahan, tahukah kamu aku sungguh excited mengingat ini. Aku tak sabar.

Sengaja kutuliskan surat cinta ini, surat cinta pertama kalinya dalam hidupku, sebagai tanda terimakasihku padamu. Karena sampai detik ini, sebenarnya aku masih tak percaya, bahwa besok aku akan menikah denganmu. Kamu yang diam-diam kusematkan namamu dalam doaku, kamu yang tak pernah berani aku khayalkan sampai menikah denganku, hingga, kamu yang ternyata datang dengan gagah berani datang ke orangtuaku, melamar anak gadis satu-satunya yang Ia miliki dengan penuh keyakinan bahwa kau ingin dia percaya bahwa kita bisa dan akan hidup bahagia bersama hingga di dunia dan akhirat. Terimakasih telah mempercayakanku sebagai tangan kananmu untuk mengarungi dunia ini bersama, terimakasih kamu mempercayai aku untuk menjadi ibu bagi anak-anakmu kelak.

Kepada, Brahma Nusantara. Terimakasih untuk segalanya, selamanya.

Dari, Nadira Sarawasti. Calon istrimu, yang ternyata diam-diam romantis yah, silahkan mengenalku lebih jauh sehabis ini.

(via sheanietyas)

04 9 / 2011

Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti

Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan 
Karena ku tahu ini yang terbaik

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Cintaku lebih besar darinya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku

Begitu burukkah ini
Hingga ku harus mengalah

Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya

Cintaku 
Lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
Jangan dia 
Jangan dia cukup aku

Lagu ini atas requestnya Nadya buat dinyanyiin sewaktu di O Lounge tadi :)
Setelah didengerin itu mewakili perasaan aku malam ini..
Lalu sekarang aku harus bagaimana?
Membiarkan kamu, melepaskan kamu?
Dan memilih jalan ku sendiri?
Sedangkan kamu dengan dia………

Cintaku lebih besar dari cintanya, mestinya kau sadar itu………
Is it okay, if I say Goodbye? No, I don’t think so….
Good night my dearest Gandhi Mahendra…

27 8 / 2011

Perjalanan pulangku, sabtu malam, 27 Agustus 2011 pukul 22.37..

Terima kasih untuk hari ini, untuk waktumu, untuk mengajak aku pergi bersama keluargamu
Aku ingin kamu tahu, 17 bulan aku lewatin waktu aku sama kamu, seneng, sedih, bahagia, kecewa, nangis, hingga terluka..
Tapi semua memiliki arti untuk aku :)
Aku tidak tahu bagaimana kedepannya, tapi terima kasih sudah bersama aku, ada untuk aku, semoga akan selalu baik seperti yang kamu dan aku harap..

Happy sweet seventeen monthsary my dearest Gandhi Mahendra..

With love, Maya :)

26 8 / 2011

maharanisabrina:

Mengapa kita harus menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain?

Mengapa kita harus mengharapkan orang lain dapat membahagiakan kita padahal dia pun harus membahagiakan dirinya sendiri? Mengapa dia seperti diharuskan membahagiakan orang lain saat dia sendiri kelimpungan untuk membahagiakan…

25 8 / 2011

Bolehkah aku menangis lagi?

Untuk kesekian kalinya, untuk perasaan terluka yang kamu beri untukku

Jika kamu mengerti, bagaimana perasaan aku

Tidak, kamu bahkan tidak melihat hatiku bagaimana

Yang kamu pikirkan hanya dirimu sendiri

Kamu tidak peduli

Kamu selalu melihat aku dari kesalahan yang aku lakukan

Aku gabisa sesempurna itu, aku gabisa sesuai seperti yang kamu harap

Maaf…

Mungkin kamu ga sadar apa yang udah aku lakukan untuk kamu, kamu selalu mengingat hal salah dan kamu tidak pernah berubah, masih sama seperti dulu

Sampai kapan aku harus bertahan?

Kamu gak percaya aku, kamu bilang aku pembohong

Aku diam. Cuma bisa diam. Sabar

Aku berusaha berubah, tapi apa yang kamu lakukan?

Harus bagaimana menghadapi kamu?

Read More

03 8 / 2011

'Kamu perempuan gila'
‘Iya aku gila, karna kamu’

Gadis kecil itu mendengar suara kasar yg keluar dr mulut seorang laki laki..
Dia menangis, entah apa yang ada di benak seorang gadis kecil berusia 3 tahun, dia menangis mendengar suara bentakan itu, dan dia menangis lagi saat melihat seorang perempuan menangis di hadapannya..
Mata gadis kecil itu indah sekali, pipinya basah dan terlihat dari matanya dia takut sekali..
Perempuan itu menenangkan, menghapusnya air matanya sambil dia pun ikut menangis kembali, dan akhirnya memeluk gadis kecil erat, membawanya pergi..

Satu jam kemudian gadis kecil itu tetap diam, dia takut, matanya merah dan selalu ingin menangis..
Tapi….. Dia sangat peduli…
Terlihat dari matanya..

"Maafkanlah, membuat hatimu terluka, memperlihatkan dan memberi contoh yg tidak baik… Yang seharusnya tidak perlu untuk dilihat, yang akan memberikan trauma untukmu"

24 5 / 2011

Aku plinplan :)
Tapi kemarin bukan aku plinplan..
Aku mengikuti kesempatan yang ada, pilihan yang diberi, yang ditunjukan
Dan aku memilih untuk kembali..
Lagi lagi, dihadapi dengan sebuah pilihan
Dulu, sangat yakin memilih untuk pergi
Tapi kemarin, keyakinan itu berubah
Aku cuma perempuan biasa..
Aku cuma mau jalani yang ada di depan mata, dan gamau nyianyiain kesempatan yang ada :)
Cuma ikuti kata hati……

24 5 / 2011

Minggu siang, 22 Mei, Halim..
Bosan nunggu di lounge, akhirnya keluar dan nunggu seseorang di salah satu bangku..
5 menit kemudian, nengok ke belakang, orang itu datang sambil senyam senyum..
Dia itu Gandhi Mahendra :)

Jalan ke parkiran..
‘Aku mau jus alpukat’
‘Yaudah kita cari disana aja’
Akhirnya jalan ke tempat biasa dia makan kalo lagi di halim, duduk, ngobrol, cerita ceritaaaa..
Dan yaa ini penggalan obrolan kita berdua :)

'Kamu ngapain aja, kok tumben ga bosen, ada apa emangnya?'
‘Ga ada apa apa, aku daritadi ngobrol ngobrol trus ngemil, ga berani keluar sendiri trus aku tadi dikenalin sama mba Manda’
‘Oohh, dia yang pernah kamu cemburuin tuh’
‘Masa? Kan dia udah punya anak?’
‘Emang, aku sih ketawa ketawa aja waktu kamu cemburu’
‘Loh? Seneng yaaa aku cemburu dulu?’
‘Hahahahahahahaha *ketawa puas’
‘Dia cantik tapinyaaa’
(Bisa-bisanya gue cemburu sama crew yg udah punya anak, lagian dia cantik di foto, dikira single, uppsss, okee gandhi sukses buat gue sebel dulu)

'Kamu tau ga? Tadi aku ditanyain sama mas mas di lounge'
‘Ditanya apa?’
‘Mba kok mau hari minggu nemenin tantenya? Kok ga jalan jalan sama pacarnya? Mba kuliah dimana? *banyak pertanyaannya*’
‘Trus kamu jawab apa?’
‘Yaa dijawab pertanyaan dia, trus dalam hati, ini jg aku lagi jalan sama uuupppss salaaahh!!’
*Ketawa ketawa berdua*

Kamu nanya sesuatu..
Aku cuma diem, senyum..
Becanda sampe keceplosan, ketawa ketawa, malah jadi nanya serius..
Aku cuma bisa senyum, waktu kamu ngajak aku toast, tiga kali ngajak aku toast dan jari swear itu…… :P

Ga perlu kalimat banyak, cuma ikutin aja alurnya kemana..
Dan yaa pada akhirnya kembali..
Hanya itu, seperti itu, sesimpel itu, Kita berdua :)

'Yaahh, hari ini gajadi ikut terbang, nanti ajak aku terbang yaaa? Hehe :D pas kamu udah lulus aja'
‘Oke, tunggu aja, sabar yaa’

Makasih yaaa Gandhi Mahendra..
Untuk hari itu, untuk semuanya ♥

24 5 / 2011

anjena:

Please don’t leave me, I’m afraid of losing you.

Anak kecil dieksploitasi, parah lo jen hahahaha

anjena:

Please don’t leave me, I’m afraid of losing you.

Anak kecil dieksploitasi, parah lo jen hahahaha